BIDANG MINAT MAGISTER ILMU EKONOMI DAN KEUANGAN SYARI’AH


 JUDUL-JUDUL TESIS S-2 EKONOMI :
1.ANALISIS PERANAN PERKEMBANGAN
JUMLAH GIRO, TABUNGAN DAN DEPOSITO MASYARAKAT
TERHADAP PERKEMBANGAN JUMLAH KREDIT DAN
PERKEMBANGAN JUMLAH SERTIFIKAT BANK INDONESIA
(STUDI KASUS PADA 10 BANK UMUM DEVISA NASIONAL)
jika anda ingin memiliki contoh tesis-tesis ini lengkap dlm format(M.word)silahkanhub.08563056386(pak eko)(SMS aja)anda hanya mengganti ongkos pengetikan 200rb/judul pembayaran melalui transfer antar BANK
2.ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA PEGAWAI DI LINGKUNGAN DINAS
KESEHATAN KABUTAPEN ALOR NUSA TENGGARA TIMURA

(Kumpulan Tesis dan Skripsi yang lain klik : Disini)

3.ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
KINERJA KEUANGAN PT. BERDIKARI UNITED LIVESTOCK
(ANALYSIS FACTORS AFFECTING THE FINANCIAL PERFORMANCES AT BERDIKARI UNITED LIVESTOCK CORPORATION )
www.tokomadura.co.id
4.FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI ETNIS CHINA-NON MUSLIM MENJADI NASABAH BANK SYARI’AH DAN IMPLIKASINYA TERHADAP STRATEGI PEMASARAN
(STUDY KASUS : PT BANK SYARI’AH MEGA INDONESIA)
BIDANG MINAT MAGISTER ILMU EKONOMI
DAN KEUANGAN SYARI’AH
PROGRAM PASCA SARJANA KAJIAN TIMUR TENGAH
EKONOMI KEUANGAN SYARI’AH

5.PENGARUH FAKTOR-FAKTOR MOTIVASI DITINJAU
DARI SISI FINANSIAL, PSIKOLOGI, DAN SOSIAL
TERHADAP PRESTASI KERJA KARYAWAN
STUDI KASUS PADA PT. BERLIAN JASA TERMINAL INDONESIA
TESIS

6.PENGARUH STRES KERJA TERHADAP  MOTIVASI KERJA DAN
KINERJA KARYAWAN PT. H.M. SAMPOERNA TBK. SURABAYA
MAGISTER DALAM PROGRAM STUDI PENGEMBANGAN
 SUMBER DAYA MANUSIA
PADA PROGRAM PASCASARJA

7.PROXIMITY DAN KANDUNGAN SOSIOEMOSI ISI PESAN ELECTRONIC MAIL (E-MAIL)
DI MAILING LIST UNHAS-ML
STUDI ANALISIS ISI DAN SURVEI PENDAPAT ANGGOTA MAILING LIST UNHAS ML

8.REKAYASA ULANG PROSES BISNIS PADA DEPARTEMEN PENJUALAN, LOGISTIK, DAN AKUNTING
(STUDI KASUS: PT GRAMA BAZITA)

9. ANALISIS KOMPETENSI PEGAWAI PENGGERAK SWADAYA MASYARAKAT (PSM) DI BALAI BESAR PENGEMABANGAN LATIHAN KETRANSMIGRASIAN JAKARTA KEMENTERIAN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI
MAGISTER DALAM PROGRAM STUDI PENGEMBANGAN
 SUMBER DAYA MANUSIA
PADA PROGRAM PASCASARJA

10. STRUKTUR MIKRO PASAR VALAS
DAN MANAJEMEN RISIKO PASAR BANK:
STUDI EMPIRIS DI PERBANKAN INDONESIA


JUDUL-JUDUL TESIS S-2 HUKUM :
1.EKSISTENSI KEBIJAKAN DAERAH YANG DEMKORATIS DALAM SISTEM PEMERINTAHAN YANG BERSIH BEBAS DARI KORUPSI, KOLUSI, DAN NEPOTISME. (S-2 *TESIS)

2.IMPLEMENTASI PERATURAN DAERAH KOTA PALUYANG BERORIENTASI BAGI KEPENTINGAN MASYARAKAT DALAM MENUNJANG OTONOMI DAERAH. (S-2 *TESIS)

JUDUL TESIS BHS.INGGRIS :
1. A SYNTACTIC ANALYSIS ON ENGLISH SONGS
SUNG BY KINDERGARTEN KIDS OF
NURUL HIKMAH PAMEKASAN
THESIS

ENGLISH DEPARTEMENT
FACULTY OF TEACHER TRAINING AND EDUCATION
UNIVERSITY OF MADURA

 Contoh Penulisannya :
TESIS-S2
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI ETNIS CHINA-NON MUSLIM MENJADI NASABAH BANK SYARI’AH DAN IMPLIKASINYA TERHADAP STRATEGI PEMASARAN
(STUDY KASUS : PT BANK SYARI’AH MEGA INDONESIA)

BIDANG MINAT MAGISTER ILMU EKONOMI
DAN KEUANGAN SYARI’AH
PROGRAM PASCA SARJANA KAJIAN TIMUR TENGAH
EKONOMI KEUANGAN SYARI’AH

Abstrak
Penelitian ini membahas mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi etnis China non muslim menjadi nasabah Bank Syari’ah Mega Indonesia. Pertama, melihat apa sebenarnya yang menjadi faktor dominan tersebut. Untuk menjawab permasalahan ini digunakan tehnik analisis faktor (factor analysis). Kedua, bagaimana implikasinya terhadap pemasaran Bank Syari’ah Mega Indonesia. Dalam menjawab permasalahan ini dengan memberikan gambaran secara deskriptif dari analisis hasil pengolahan data.
Penelitian ini menghasilkan jawaban-jawaban atas kedua permasalahan diatas. Faktor dominan yang mempengaruhi keputusan etnis China non muslim untuk menggunakan jasa Bank Syari’ah Mega Indonesia yaitu; faktor promosi, yang terdiri dari enam atribut, yaitu promosi melalui iklan dimedia massa (tv dan koran), promosi di mall-mall, promosi lebih dikemas lebih kreatif dan menarik, sosialisasi, promosi melalui figur seorang tokoh, promosi awal atas suatu produk Bank Syari’ah dengan bahasa komunikasi tanpa menggunakan simbol islam. Faktor dominan tersebut ternyata tidak sesuai dengan dugaan awal penelitian yang beratribut pada faktor syari’ah.
Kata kunci : faktor, keputusan, nasabah, Bank Syari’ah Mega Indonesia.

اقتصادية شرعية
فإن هذاالبحث العلمى مسألتين مهمتين : أولا, ماالعوامل الحقيقية المؤثرة فى خيار صنيين غير الإسلام على استحدام بنك شريعة ميكا اندونيسييا؟ والطريقة لإجابة هذه الأسئلةوهي بالطريقة نظام التحليل العوامل ((tehnik faktor analisis ,وثانيا, كيف ضرورية فى بنك شريعة ميكا اندونيسيا؟ لإجابة هذه الأسئلة تستخدم الباحث على اعطاء الصور المعينة بما يتعلق بها
يحصل هذ البحث على النتيجة فيما نتعلم بالمسألتيم السابقين, إن أغظم العوامل الحقيقية المؤثرة فى خيار صنيين غير الإسلام على استخدام بنك ميكا اندونيسيا هو عامل شرعي وهذا يتضمن على خمسة عوامل, منها, الأخبار المعينة, منها, الأخبار بالمذياء و الأخبار بالتلفاز, والأخبار فى الأسواق العصري, و الأخبار يُقدم بخبر جميل, و الأخبار من العلماء الذي يتضمن عنها, وإعطاء الخبر بأحسن اللغات حتى لا يفرق بين الإسلام و غيره, و هذه كلها وهي العوامل الحقيقي المؤثرة فى خيار صنيين غير الإسلام على استخدام بنك ميكا شريعه اندونيسيا, و هذه غير مناسب لهذا البحث الأولى.
المفتاح : العوامل, القرار, المستخدم, بنك ميكا شريعة
DAFTAR ISI
JUDUL i
LEMBAR PERSETUJUAN TESIS ii
LEMBAR PENGESAHAN TESIS iii
RIWAYAT HIDUP iv
KATA PENGANTAR v
RINGKASAN EKSEKUTIF vii
ABSTRAKSI viii
DAFTAR ISI xi
DAFTAR TABEL xiii
DAFTAR GAMBAR xiv
DAFTAR LAMPIRAN xvi


BAB I. PENDAHULUAN 1
1.1. Latar Belakang 1

Perkembangan ekonomi Islam dan praktek ekonomi Islam secara internasional maupun nasional tidak bisa dibendung lagi. Di Indonesia, hal ini ditandai dengan pesatnya kajian dan publikasi mengenai prinsip-prinsip dan praktek-praktek bank Syariah.
Perekonomian Islam dimulai dengan kehadiran perbankan syariah sebagai lembaga keuangan yang berlandaskan etika, dengan dasar al Qur’an dan Hadist. Tonggak utama berdirinya perbankan Syariah adalah beroperasinya Mit Ghamr Local Saving Bank 1963 di Kairo, Mesir. Saat ini, perkembangan lembaga keuangan Syariah di dunia maju dengan pesat. Bahkan lembaga keuangan konvensional yang notabene mengadopsi sistem kapitalis mengakui keunggulan sistem Syariah
Dalam perkembangannya di Indonesia, praktek perbankan Syariah bermula pada tahun 1992, yang ditandai dengan beroperasinya Bank Muamalat Indonesia (BMI) dan merupakan bank pertama yang menerapkan sistem bagi hasil. Pada saat krisis ekonomi melanda Indonesia tahun 1998 dan memporak porandakan sendi sendi perekonomian sehingga menyebabkan tingkat suku bunga dan inflasi tinggi, Bank Muamalat sebagai Bank Syariah merupakan satu-satunya bank yang mampu bertahan dari badai tersebut, sementara bank-bank konvensional yang terkena likuidasi.
Terjadinya likuidasi terhadap bank-bank konvensional membuktikan bahwa perbankan dengan sistem riba (bunga) tidak dapat mengatasi krisis ekonomi yang melanda Indonesia dan selanjutnya terjadi krisis kepercayaan dari para nasabahnya. Kemudian, para nasabah (konsumen) mencari alternatif perbankan yang dapat memberikan kepercayaan serta keamanan bagi dirinya, dan perbankan Syariah merupakan suatu sistem alternatif untuk mewujudkan kebutuhan nasabah tersebut.
Perbankan Syariah berkembang pesat terutama sejak ditetapkannya dasar-dasar hukum operasional tentang perbankan melalui UU No 7 tahun 1992, yang kemudian dirubah dalam Undang-Undang No 10 tahun 1998. Undang-undang ini merupakan bentuk penegasan dari Bank Indonesia sebagai otoritas moneter untuk menjamin kelegalan bank Syariah, dan memberikan ruang gerak yang lebih luas bagi bank Syariah, karena di dalamnya dikelaskan bahwa dalam perbankan Indonesia dikenal sistem (dual banking sistem), yaitu sistem perbankan konvensional dan sistem perbankan Syariah.
Sebagai bentuk perwujudan dari kebutuhan masyarakat terhadap perbankan bersistem Syariah, dan ditegaskannya dual banking sistem pada perbankan nasional, dibukalah peluang bagi pengembangan yang lebih luas terhadap operasional bank Syariah. Di antara bank-bank konvensional yang membuka bank Syariah yaitu Bank Susila Bhakti yang sekarang menjadi Bank Syariah Mandiri, dan belum lama ini mulai beroperasi penuh sebagai Bank Syariah, Bank Tugu yang mengkonversikan diri menjadi Bank Syariah Mega Indonesia, selanjutnya Bank IFI, BRI, baik yang beroperasi dikantor pusat maupun cabang, Bank BNI, Bank Niaga, dan lainnya
Sejarah berdirinya perbankan Syariah dengan sistem bagi hasil didasarkan pada dua alasan utama yaitu pertama, pandangan bahwa bunga (interest) pada bank konvensional adalah hukumnya haram karena termasuk kategori riba yang dilarang dalam agama. Kedua, dari aspek ekonomi, penyerahan risiko usaha terhadap salah satu pihak dinilai melanggar norma keadilan. Adapun balas jasa modal pada sistem bagi hasil bank Syariah, diperhitungkan berdasarkan keuntungan dan kerugian yang diperoleh dengan adanya kesepakatan pada ”akad” dan ini berlaku pada kreditur maupun debitur.
Bank Syariah dalam melaksanakan kegiatan usahanya harus berdasarkan prinsip Syariah. Oleh karena itu, diperlukan suatu dewan yang bertugas mengawasi jalannya praktek perbankan Syariah agar benar-benar sesuai dengan koridor Syariah. Dewan tersebut dinamakan Dewan Pengawas Syariah dibawah naungan Dewan Syariah Nasional MUI dan hal inilah yang membedakan bank Syariah dari bank Konvensional.
Dalam perspektif jangka panjang, pengembangan sistem perbankan Syariah diharapkan dapat menciptakan efisiensi operasional dan memiliki daya saing yang tinggi dengan tetap berpegang pada nilai-nilai Syariah, memiliki peran signifikan dalam sistem perekonomian nasional serta memperbaiki kesejahteraan masyarakat. Kebijakan pengembangan dapat dilakukan dengan pengembangan jaringan kantor di wilayah-wilayah yang dinilai potensial. Indonesia, yang mayoritas penduduknya beragama Islam, merupakan potensi yang luar biasa sebagai tempat tumbuh kembangnya kegiatan ekonomi yang berbasis syariah. Potensi dalam hal ini dipandang dari sumber daya dan aktivitas perekonomian suatu wilayah serta pola sikap dari pelaku ekonomi terhadap produk dan jasa bank Syariah. Informasi mengenai pola sikap dan karakteristik masyarakat terhadap perbankan Syariah menjadi alat yang efektif untuk meningkatkan sosialisasi dan penetapan strategi pemasaran bagi bank-bank Syariah yang akan beroperasi pada suatu wilayah.
Dalam upaya penciptaan efisiensi operasional dan daya saing bank Syariah perlu diperhatikan pencapaian economies of scale dan economies of scope dari perbankan Syariah. Dalam kaitannya dengan hal ini perluasan cakupan pasar dengan juga memberikan perhatian pada pasar rasional dan Cina non Muslim menemukan relevansinya.
Sebagaimana kita ketahui, hingga saat ini pengembangan perbankan Syariah semata-mata masih terfokus pada pasar spiritual, yakni kelompok Muslim dan seolah hanya diperuntukkan bagi masyarakat Muslim di mana mereka enggan untuk menjadi nasabah bank konvensional dengan bisnisnya yang menghalalkan sistem riba (Bunga). Padahal, dalam konteks Indonesia, pasar Cina non Muslim juga perlu diperhatikan karena selain memiliki potensi ekonomi yang cukup besar, juga jumlahnya cukup signifikan. Bila menilik kondisi demografis masyarakat Indonesia, terlihat persebaran yang kurang merata, dimana terdapat wilayah-wilayah yang didominasi masyarakat Cina non Muslim dan dari 220 juta masyarakat Indonesia, produktivitas ekonomi didominasi oleh etnis keturunan Cina.
Sistem kapitalisme yang mengakar pada masyarakat Cina non-Muslim Indonesia berdasarkan pada unsur pengumpulan individualisme dan kekayaan, bercirikan kepemilikan individu. Di samping jiwa kapitalisme, dalam penelitiannya Tjandradiredja (2002) dinyatakan bahwa pebisnis Cina pun memiliki sikap yang kurang menyukai kerjasama.
Dalam sistem perbankan, sistem kapitalis tersebut diterapkan pada bank konvensional yang didasarkan pada adanya bunga (interest), keuntungan dan kerugian dimiliki salah satu pihak. Dalam jangka panjang, perbankan konvensional yang mengadopsi sistem kapitalis tersebut, akan menyebabkan penumpukan kekayaan pada segelintir orang yang memiliki kapital besar. Sistem ekonomi ini di bangun atas dasar materialisme. Disadari atau tidak, kegiatan ekonomi yang tengah berlangsung saat ini dan telah mendunia menyebabkan krisis perekonomian saat ini.
Berbeda dengan perbankan konvensional, perbankan Syariah menerapkan sistem bagi hasil yang berprinsip keadilan dan kesederajatan. Selain itu, dalam perbankan Syariah diterapkan pula adanya sistem kerjasama (musyarakah), artinya keuntungan usaha dibagi menurut kesepakatan yang dituangkan dalam kontrak (’akad).
Adapun mengenai larangan riba, yang merupakan ciri dari sistem perbankan Syariah, ternyata memiliki akar yang kuat pada ajaran-ajaran Cina non Islam. Menurut kalangan kristen, riba merupakan tindakan kriminal, demikian juga pada ajaran hindu, budha. Penetrasi terhadap segmen pasar ini diperkirakan akan lebih mudah bila mengingat bahwa ajaran Hindu, Budha, dan Kristen pun terdapat ajaran akan larangan pemungutan riba
Fenomena menarik, ketika sebagian masyarakat Muslim masih memperdebatkan sistem perbankan Syariah (tanpa bunga), justru pada PT. Bank Syariah Mega Indonesia, kalangan non Muslim beramai-ramai menikmati produk bank tersebut. Mayoritas dari mereka adalah etnis keturunan Cina (Tionghoa). Mereka adalah pedagang dan pebisnis yang menguasai perputaran uang di negeri ini dan berjiwa kapitalisme.
Sebanyak ± 42% nasabah PT Bank Syariah Mega Indonesia adalah kalangan Cina non Muslim, dan sebagian besar adalah orang-orang Katolik, pengurus yayasan Kristen, dimana citra Islam dalam pandangan mereka terkesan angker, Islam adalah kelompok garis yang keras dan menakutkan. Kenyataan ini patut hargai, karena tidaklah mudah menarik nasabah dari kalangan Cina non-Muslim yang berjiwa bisnis dan mempunyai akar yang kuat pada sistem kapitalisme.
Melihat kenyataan tersebut, penulis melakukan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi Etnis Cina non Muslim tertarik menjadi nasabah Bank Syariah Mega Indonesia dan Implikasinya terhadap pengembangan pemasaran, di mana Penelitian ini didasarkan pada teori-teori mengenai sikap, pengambilan keputusan.
Penelitian ini terutama menggagas kemungkinan penerapan strategi pengembangan perbankan Syariah melalui peningkatan fokus perhatian pada potensi nasabah dari kalangan Cina non Muslim PT Bank Syariah Mega Indonesia yang merupaka nasabah rasional. Kendati perbankan Syariah umumnya masih membidik para loyalis Syariah atau pasar yang fanatik terhadap Syariah, namun PT Bank Syariah Mega Indonesia merupakan salah satu diantara perbankan-perbankan Syariah yang mampu menggaet nasabah non Muslim sebanyak ± 42% dan sebagian besar beretnis Cina. Penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan dilaksanakan dengan metode survey. Data digali dengan menggunakan kuesioner disusun berdasarkan skala likert. Uji statistik menggunakan faktor analisis.
Tingkat pertumbuhan nasabah PT Bank Syariah Mega Indonesia yang tidak saja nasabah Muslim namun juga terdiri dari kalangan non-Muslim yang beretnis Cina, dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti faktor eksternal dan internal. Faktor eksternal (Kotler, 1997) terdiri dari
1. produk
2. harga
3. promosi
4. tempat
Faktor-faktor eksternal tersebut, dikelompokkan dan diuraikan menjadi beberapa item yang akan ditanyakan kepada para nasabah Cina non-Muslim dan ditambah pula dengan faktor Syariah yang terkait dengan penelitian ini karena adanya penerapan sistem Syariah yang diterapkan perusahaan PT. Bank Syariah Mega Indonesia. Berdasarkan teori tersebut, terbentuk beberapa faktor yang mungkin dapat mempengaruhi keputusan Etnis Cina non-Muslim menjadi nasabah Bank Syariah Mega Indonesia. Hasil penelitian sebelumnya yang telah dilakukan Samsuddin pada nasabah Bank Syariah Mandiri cabang Thamrin dimana penelitiannya mencakup nasabah Muslim, menunjukkan bahwa faktor dominan yang mempengaruhi keputusan nasabah adalah fasilitas dan pelayanan. Penelitian berikutnya oleh Yunus (2004) dengan judul ”faktor-faktor yang mempengaruhi minat masyarakat menggunakan jasa bank Syariah, studi kasus pada masyarakat Bekasi” dikatakan bahwa beberapa hal yang menjadi pertimbangan masyarakat dalam memilih bank sebagian besar didasarkan pada pertimbangan aksesibilitas, jumlah jaringan kantor dan ATM, pelayanan bank dan aspek Syariah. Faktor tingginya bagi hasil atau suku bunga sangat kecil mempengaruhi masyarakat Bekasi dalam memilih bank. Hal tersebut merupakan salah satu pendorong penulis mengadakan penelitian lebih lanjut dengan fokus etnis Cina non-Muslim, dimana penelitian-penelitian sebelumnya hanya berfokus kepada mayoritas nasabah Muslim. Adapun faktor-faktor yang telah terbentuk antara lain:
Faktor Promosi dan Sosialisasi
1. Agar keberadaan Bank Syariah dan kegiatannya dapat dikenal masyarakat luas, maka perlu beriklan di media massa (TV dan Koran)
2. Promosi yang dilakukan di mal-mal dapat menarik minat pengunjung
3. Promosi dikemas menarik dan lebih kreatif agar masyarakat luas mau berkunjung
4. Sosialisasi/promosi melalui figur/sosok, misal, oleh beberapa kalangan cendekiawan
5. Sosialisasi produk dengan menonjolkan manfaat dari suatu produk bank Syariah, melalui bahasa komunikasi yang dapat dipahami konsumen
6. Informasi tentang Bank Syariah Mega Indonesia dalam bentuk brosur dan leaflet
Faktor Lokasi
7. Lokasi Bank Syariah Mega Indonesia yang sangat strategis
8. Lokasi Bank Syariah Mega Indonesia di daerah yang aman
9. Gedung Bank Syariah Mega Indonesia menarik, nyaman, dan menyenangkan
10. Fasilitas banyaknya cabang Bank Mega Syariah Indonesia di berbagai daerah
11. Fasilitas banyaknya jaringan ATM Bank Syariah Mega Indonesia

jika anda ingin memilikicontoh thesis ini lengkap dlm format(M.word)silahkanhub.08563056386(pak eko)(SMS aja)anda hanya mengganti ongkos pengetikan 200rb pembayaran melalui transfer antar BANK

Faktor Pelayanan
12. Pelayanan yang cepat dari karyawan/ti Bank Syariah Mega Indonesia
13. Penampilan menarik karyawan/ti Bank Syariah Mega Indonesia
14. Perlakuan yang ramah karyawan/ti Bank Syariah Mega Indonesia
15. Karyawan/ti Bank Syariah Mega Indonesia berperan membantu calon nasabah memberikan pemahaman mengenai pengetahuan perbankan Syariah
Faktor Return
16. Tingkat pengembalian (bagi hasil) yang tinggi dari Bank Syariah Mega Indonesia
17. Rendahnya tingkat suku bunga bank konvensional
Faktor Syariah
18. Adanya larangan atas bunga karena termasuk riba dan tidak adil
19. Penyimpanan dana dan Peminjaman dana seperti Kredit usaha dan lainnya berdasarkan penanggungan risiko bersama
Faktor Produk
20. Produk Perbankan yang beragam, menarik, dan inovatif
21. Fitur-fitur pendukung/keuntungan yang terdapat dalam produk
1.2. Perumusan Masalah 7
1.3. Pembatasan Masalah 9
1.4. Theoritical Frame work 9
1.5. Tujuan Penelitian 10
1.6. Manfaat Penelitian 11
1.7. Metodologi Penelitian 11
1.8. Sistematika Penulisan 12
BAB II. TINJAUAN PUSTAKA 15
2.1. Konsep Sikap dan Karakteristik Budaya China 15
2.2. Model Perilaku Konsumen 18
2.3. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perilaku Konsumen 19
2.3.1. Faktor Eksternal 19
2.3.2. Faktor Internal 22
2.4. Pengambilan Keputusan 24
2.5. Strategi Pemasaran Bank Syari’ah 26
2.5.1. Pengertian Strategi 26
2.5.2. Pengertian Pemasaran 27
2.5.3. Analisis Segmentasi, Targeting, dan Positioning 28
2.5.4. Pemasaran Syari’ah 29
2.6. Penelitian-penelitian Sebelumnya 32
BAB III. DATA DAN METODOLOGI PENELITIAN 33
3.1. Data Penelitian 33
3.1.1. Selayang Pandang PT. Bank Syari’ah
Mega Indonesia 33
3.1.2. Visi dan Misi PT Bank Syari’ah Mega Indonesia 34
3.1.3. Logo Perusahaan dan Jaringan Perusahaan 34
3.1.4. Struktur Organisasi 35
3.1.5. Susunan Pengurus 36
3.1.6. Produk dan Layanan Bank Syariah Mega Indonesia 37
3.2. Metodologi Penelitian 39
3.2.1. Tahapan Penelitian 40
3.2.2. Pendekatan Penelitian 40
3.2.3. Tipe Penelitian 40
3.2.4. Tempat Penelitian 41
3.2.5. Tekhnik Sampling 42
3.2.6. Tekhnik Pengumpulan Data 43
3.3. Metode Analisa Data 47
3.3.1. Uji Validitas dan Reliabilita 47
3.3.2. Statistik Deskriptif 48
3.3.3. Analisa Faktor 49
BAB IV. ANALISIS DAN HASIL PENELITIAN 52
4.1. Uji Validitas dan Reliabilitas 52
4.2. Analisis Deskriptif 61
4.2.1. Data Umum 61
4.2.2. Data Faktor-faktor 67
4.3. Analisis Faktor 72

BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN 87
5.1. Kesimpulan 87
5.2. Saran 88

DAFTAR PUSTAKA 8985
LAMPIRAN

DAFTAR TABEL

Tabel 4.1 Faktor-faktor yang mempengaruhi Etnis China non-muslim
menjadi Nasabah Bank Syari’ah 52
Tabel 4.2 Reliability Analysis –Scale (Alpha) Faktor-faktor
yang mempengaruhi Komunitas China non-muslim
menjadi nasabah Bank Syari’ah Mega Indonesia........................... 54
Tabel 4.3 Reliability Analysis-Scale Faktor Promosi 56
Tabel 4.4 Reliability Analysis-Scale Faktor Lokasi 57
Tabel 4.5 Reliability Analysis-Scale Faktor Pelayanan 58
Tabel 4.6 Reliability Analysis-Scale Faktor Syari’ah 59
Tabel 4.7 Reliability Analysis-Scale Faktor Produk 60
Tabel 4.8 Lamanya Responden menjadi nasabah 61
Tabel 4.9 Informasi tentang Bank Syari’ah Mega Indonesia 62
Tabel 4.10 Tabungan di Bank Lain selain BSMI 63
Tabel 4.11 Nama Bank Lain Tempat Responden Menabung 64
Tabel 4.12 Responden masih sebagai Nasabah Bank Konvensional 64
Tabel 4.13 Nama Bank Konvensional tempat responden menabung 65
Tabel 4.14 Alasan Masih Menjadi nasabah Bank Konvensional 66
Tabel 4.15 Nilai Mode dan Median 67
Tabel 4.16 KMO Bartlett’s Test 72
Tabel 4.17 Anti Image Matrices 73
Tabel 4.18 Total Variance Explained 74
Tabel 4.19 Rotated Component Matrix 76
Tabel 4.20 Component Faktor 1 77
Tabel 4.22 Component Faktor 2 78
Tabel 4.23 Component Faktor 2 78
Tabel 4.24 Component Faktor 3 79

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1.1. Theoritical Framework 10
Gambar 2.1. Skema Penelitian 14
Gambar 2.2. Model Perilaku Konsumen 18
Gambar 3.1. Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen 22
Gambar 4.1. Model Proses Pengambilan Keputusan 25
Gambar 4.2. Segmentasi, Targeting, Positioning 29
Gambar 4.3. Struktur Organisasi PT. Bank Syari’ah Mega Indonesia 36
Gambar 4.4. Skema Analisa Faktor 52

GRAFIK

Grafik 4.1. Lamanya Responden Menjadi Nasabah BSMI 62
Grafik 4.1. Tabungan di Bank Lain selain BSMI 63
Grafik 4.1. Responden masih sebagai Nasabah Bank Konvensional 65
Grafik 4.1. Scree Plot 75

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1. Daftar Kuesioner L-1
Lampiran 2. Daftar Tabel-Tabel Statistik L-5
Lampiran 3. Output L-7
a. Analisis Validitas dan Reliabilitas L-7
b. Analisis Dekriptif L-16
c. Faktor Analisis L-19

jika anda ingin memilikicontoh thesis ini lengkap dlm format(M.word)silahkanhub.08563056386(pak eko)(SMS aja)anda hanya mengganti ongkos pengetikan 200rb pembayaran melalui transfer antar BANK

Pak Eko
Jl.KH.Agussalim V
Pamekasan-JATIM 69314
Hp.08563056386
Pengiriman :
1. Melalui Email Anda